this is my fisrt time to go out,,
dulu,saya pernah bertekad ga akan pergi keluar negri dulu sebelum bisa jelajahi sebagian besar pulauindonesia. but,this is it. dapet tiket promo,so here we go..=]
day 1(13 oct): jakarta-spore
berangkat dengan penerbangan sore menuju Singapore. Kota transit pertama kami menuju krabi(thailand). Dengan menggunakan air asia, saya berangkat dari terminal 2d bandara sukarno-hata pada pukul 17.20 dan sampai di changi airport pukul 20.00.(selisih waktu 1 jam dengan jakarta). Karena ini merupakan perjalanan pertama saya, maka saya hanya mengekor teman saya yang notabene sudah beberapa kali perggi keluar negri.
Kami mengurus imigrasi kami di changi airport, dengan mengisi lembar form imigration.(bagi yang tidak tahu,ada contoh pengisian di dinding tempat mengambil form tersebut).
Dari changi airport, kami langsung menuju terminal kallang bahru menggunakan taksi. Kami memilih taksi karena selain mengejar waktu juga biaya taksi lebih murah jika dibagi berempat. Tiba di terminal kalang bahru(20 menit dari changi airport) ternyata terminal sudah sepi. Bis terakhir tujuan KL baru saja berangkat. Kami memang sempat berpapasan dengan bis saat akan masuk ke terminal ini. Akhirnya berdasar petunjuk yang di catat teman saya dan sedikit tanya sana-sini, kami pun pergi ke golden mille street.
Golden mille ini sendiri seperti komplek ruko pertokoan seperti indonesia. Dan ada beberapa agen bus disini. Ternyata di area belakang kompleks ini ada semacam rumah bordir. Pantas saja daritadi saya melihat wanita berseliweran dengan menggunakan pakaian sexi. Kami memilih transtar travel sesuai dengan rekomendasi sopir taxi yang kami tumpangi.
Bus terakhir dari golden mille menuju kl sekitar pukul 23.30 dan tiba di KL(pudhuraya) sekitar pukul 04.00 pagi. Masih ada sekitar 2 jam lagi sebelum bus kami datang, saya pun menyempatkan makan mie cup yang saya bawa. Kalian bisa meminta air panas di travel tersebut.
Bus ini cukup nyaman. Dengan ruang kaki yang lebar dan ac yang lumaya dingin. Bus ini di lengkapi dengan tv di masing2 tempat duduk. Harga bus yang saya naiki sebesar 32$usd
-bus spore-kl : 32$usd
-taxi changi-kallang bahru-golden mille : 22 $usd
day 2(14 oct): kl-krabi
sampai di pudhuraya sekitar pukul 5 pagi. Sebelumnya kami melewati perbatasan dua negara, dan tentunya ada id check disini. Saat mata masih mengantuk dan kepala masih bermimpi, kami di paksa turun dengan menenteng2 tas masing-masing. Saya masih sedikit pusing dan tidak sadar. Pudhuraya ini sendiri baru buka pada pukul 7 pagi, kami pun menunggu di kfc depan terminal. Walaupun tidak memesan apa-apa disini, ternyata waitress disini tidak terlalu resek. Di sekitar kami pun banyak yang membawa tas-tas besar tanpa memesan apapun.
Pertama kali melihat, terminal pudhuraya ini bagi saya tidak seperti terminal. Tapi lebih seperti pertokoan. Karena lumayan bersih dan tertata rapi. Namun untuk keperluan mandi agak sedikit harus kucing-kucingan dengan penjaga toilet. Terutama penjaga toilet sebelah kanan lantai 2(judes parah). Agen2 bus sendiri berada di lantai 3. pagi itu hanya baru ada 1 agen yang sudah buka, itupun saya di antar oleh calo. Harga tiket tujuan hatyai(thailand) sebesar 50RM. Fasilitas bus pun sama nyamanya dengan yang kami tumpangi dari spore. Jadwal keberangkatan bus di tempat agen yang saya beli ada 4 atau 5x keberangkatan. Kami memilih jadwal keberangkatan paling malam dari singapore, karena kami ingin menjelajahi kota ini terlebih dahulu.
Tujuan pertama kami di negeri KL adalah batu cave. Urusan tiket selesai kamipun ditawari untuk bareng dengan calo menuju pettaling street(bus menuju batu cave). Berjalan sekitar 15 menit dari pudhuraya, petalling street ini terletak di dekat china town. Batu cave ini sendiri adalah tempat sembahyang untuk kaum hindu di KL. Ciri khas disini adalah patung budha raksasa berwarna emas di pelatarannya. Untuk sampai ke kulinya sendiri, kita harus menaiki anak tangga yang lumayan menguras tenaga. Kuil ini terdapat di puncak bukit, di dalam goa. Untuk sampai ke batu cave ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari pettaling street.
Tujuan kedua kami adalah petronas twin tower. Terletak di tengah kota. Saya sendiri lupa bus dengan nomor tujuan berapa. Twin tower ini merupakan icon negara malaysia. Berada di deretan tingkat atas sebuah pusat perbelanjaan. Kami memang tidak mencoba untuk naik sampai ke atas, karena saya memang takut ketinggian dan juga harus bayar!!. Di sekitar area twin tower ini sendiri ada taman lengkap dengan fasilitas umumnya, seperti beberapa danau dengan air mancur, kolam renang untuk anak2, trek pejalan kaki, bangku taman, keran air higienis langsung minum. Menurut saya dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam berjalan kaki untuk mengitari taman ini, karena walaupun tidak terlalu besar, namun cukup membuat pegal-pegal. Saran saya jangan sekali2 mencoba tidur di bangku taman. Di jamin akan ada security menghampiri anda!!
Tujuan ketiga di negara malaysia adalah menara lupanama(mirip menara tvri di senayan). Meskipun terlihat dari taman petronas, namun bisa membuat nyasar beberapa kali untuk sampai ke menara tersebut. Akhirnya kami putuskan untuk tidak melanjutkan ke menara tanpanama tersebut.
Mode transportasi di negara ini sudah cukup baik. Dengan adanya monorail,bus akomodasi transportasi jadi cukup terkendali. Namun saya lihat masih banyak bis yang berhenti sembarang seperti di jakarta dan juga masih banyak kendaraan-kendaraan pribadi di kota.
Untuk keperluan perut, disini tidak perlu khawatir. Sebagian besar penduduk disini adalah muslim, jadi makanan pinggir jalan pun halal tentunya. Harganya pun cukup terjangkau. Untuk makan pagi(sekitar batu cave), saya menghabiskan sekitar 5RM(nasi lemak+telur ceplok). Makan siang(warung pinggir jalan dekat petronas) pun sekitar 5RM(nasi putih+ayam penyet+es teh manis). Sedangkan makan malam(pasar malam dekat pudhuraya) habis sekitar 3 RM(nasi lemak+sate).
day 3(15 oct): pudhuraya-hatyai
perjalanan dari kl menuju hatyai(Thailand) memakan waktu sekitar 8 jam. Bisnya pun sama nyamanya dengan bus sebelumnya namun kali ini kami mendapat selimut. Berbeda dengan bus2 sebelumnya yang kami naiki. Busnya tingkat dan saya pun memilih tempat di atas. Sampai di hatyai sekitar pukul 8 pagi. Kamipun lalu mencari bus untuk kembali ke spore pada hari minggu. Rata2 harga bus langsung menuju spore dari krabi sekitar 900-950 bhat. Setelah berkeliling mencocokan harga tiket dan jam keberangkatan kami mendapat harga sebesar 800 bhat. Rata2 bus berangkat dari hatyai pada pukul 11 siang, namun kami mendapat bus yang berangkat pada sore hari (17.30). dari hatyai kami langsung menuju krabi dengan tavel. Ada beberapa pilihan menuju krabi, dengan angkutan bus salah satunya. Namun setelah di hitung2 travel dengan bus memiliki selisih waktu yang sedikit. Travel hatyai-krabi(350 bhat), lama perjalanan sekitar 4 jam. Fasilitasnya adalah ac,tape,dan mobil minivan yang cukup nyaman. Dan karena di travel tersebut hanya kami, maka terasa cukup lapang untuk kami ber4.
Awalnya saya di antar sampai krabi terminal, namun sampai ke tempat agen yang berada di krabi town. Untuk sampai ke ao nang beach tambah sekitar 30 bath lagi. Kami pun berjalan sambil tanya-tanya orang sekitar, bagaimana cara menuju ao nang beach. Beberapa kali bertanya kependuduk lokal, saya cukup di buat bingung dengan aksen inggris mereka. Namun akhirnya sampai juga ke tempat dimana angkutan berhenti menuju ao nang beach(di depan tempat krabi night market). Angkutan ini seperti mobil opelet mandra jaman dulu. Lama perjalanan sekitar satu jam dan biaya sekitar 20 bath.
Ao nang beach menurut saya seperti kawasan pantai sengigi. Banyak berjajar hotel-hotel mewah, guest house, bar, dan macam-macam toko menjual pernak-pernik khas ao nang beach. Kami langsung di tawari kamar guest house tidak lama setelah kami turun dari angkutan umum. Guitar guest house. Walaupun tempatnya sedikit masuk kebelakang, namun ini seperti hotel menurut pendapat saya. Kamar besar, 2 bed(besar dan kecil), kamar mandi dalam, ac, tv kabel, balkon, tetapi tanpa breakfast kami dapat seharga 550 bath untuk 1 malam.
Pemilik guest house ini sendiri mempunyai sebuah travel agent, antara lain tour james bond island, tour photography island, tour 4 island, dll. Harganya cukup bervariasi, dan yang saya lihat yang paling murah adalah tour 4 island(include makan siang,buah segar, air mineral, perlengkapan snorkeling) dengan biaya sekitar 300 bath per orang. Kapal yang digunakan seperti kapal nelayan dengan atap. Ada juga dengan kapal speed boat, namun harga bisa 2x lipat. Di sekitar sini pun banyak berjejer travel agen yang menawarkan jasa serupa, namun harganya pun relative sama. Kami pun memesan tour 4 island untuk esok pagi.
Pantai ao nang beach sendiri seperti pantai kuta di bali. Sunset yang saya dapat di pantai ini cukup menakjubkan, perpaduann warna biru,merah,orang, dan gold jadi satu. Objek kapal nelayan di pantai ao nang beach sendiri tidak terlalu banyak.
Day5: ao nang beach
Kami harus bangun pagi hari ini, karena agen travel akan menjemput kami untuk tour 4 island pukul 9 pagi. Menuju seperti pelabuhan di ujung pantai ao nang beach tidak terlalu jauh jaraknya dari guest house, sekitar 15 menit menggunakan kendaraan.
Pulau pertama adalah chicken island. Walaupun guide menjelaskan bahwa salah satu bagian pulau ini berbentuk seperti kepala ayam, namun saya berpendapat pulau ini seperti buntut kura-kura dengan tempurungnya bila dilihat dari jauh. Awalnya di pulau ini kita bisa turun untuk snorkeling, namun karena banyak pengunjung yang sudah sampai terlebih dahulu, akhirnya kami pun lanjut ke pulau ke dua.
———–to be continued—————–










